Friday, 12 November 2021

Mengenal Lebih Luas Mengenai Kesehatan Mental

Apa itu Kesehatan Mental ? 



Pertama pengertian Kesehatan menurut WHO ialah Sehat secara fisik, mental (rohani), dan social bukan hanya Kesehatan yang terbebas dari suatu gelaja penyakit tertentu atau mengalami suatu keadaan fisik yang kurang sempurna dan memiliki kelemahan. Maka dari itu seseorang dapat dikatakan sehat bila terdapat keseimbangan baik dalam kondisi fisik dan mentalnya. Namun, masih banyak masyarakat yang kurang memahami mengenai Kesehatan jiwa dan mental.


WHO menyatakan bahwa Kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejateraan individu dalam mengolah stress, produktif dalam pekerjaan dan aktif dalam kehidupan social, hal ini tentu harus di sadari individu itu sendiri. Karl Menninger mengemukan pendapatnya mengenai kesehat mental adalah mereka yang mampu menahan diri, dapat menunjukan tingkat kecerdasan dan memiliki rasa simpati dan empati serta memiliki hidup Bahagia. 


Pieper dan Uden (2006) mengatakan bahwa kesehatan mental adalah keadaan seseorang yang tidak mengalami perasaan bersalah terhadap diri sendiri, menyadari realita yang terjadi terhadap diri sendiri dan menerima kekurangan dan kelemahan serta mampu mengatasi setiap masalah-masalah dihidupnya. Dan memiliki kepuasan dalam kehidupan social yang membuat perasaan Bahagia dalam hidupnya. Berdasarkan pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa Kesehatan mental ialah kemampuan seseorang mempunyai kemampuan dalan mengembangkan potensi diri dan memiliki kepuasan dalam hidupnya.


Bagaimana sejarah singkat munculnya World Mental Health Day?

Pada 10 Oktober 1992 untuk pertama kalinya diperingati hari World Mental Health Day (WMHD) atau Hari Kesehatan Mental Sedunia ini yang dicanangkan oleh World Federation For Mental Health (WFMH) dengan harapan dapat meningkat pengetahuan dan kesadaran mengenai Kesehatan mental. Karena kesadaran mengenai Kesehatan mental masih sangat kurang dan cenderung diabaikan daripada isu mengenai Kesehatan fisik. Hal ini yang perlu ditingkatkan wawasannya dalam keseimbangan Kesehatan fisik dan Kesehatan fisik diharuskan seimbang agar mengalami kesejateraan dalam kehidupan. Dengan diperingatinya hari Kesehatan mental dunia ini diharapkan masyarakat dunia dapat lebih memperhatikan isu mengenai Kesehatan mental. 


Di Indonesia sendiri, WMHD mulai di tetapkan pada tahun 1993 dengan misi untuk menghormati hak ODMK (Orang dengan Masalah Kejiwaan) dan memperluas program pencegahan masalah kesehatan jiwa. Hingga kini, WMHD dijadikan ajang berbagai kalangan dan lembaga untuk melakukan gerakan atau champaign yang menagngkat isu kesehatan mental dan membangun awareness masyarakat luas mengenai kesehatan mental.


Menjaga Kesehatan mental sama pentingnya seperti menjaga Kesehatan fisik. Namun, perlu pemahaman lebih mengenai gangguan Kesehatan mental secara umum, cara mengatasi Kesehatan mental agar tidak menggangu kualitas hidup individu. Dijelaskan secara medis bahwa Kesehatan mental terjadi karena keseimbangan kimiawi di otak terganggu yang mengakibatkan terjadinya gangguan dalam berpikir, bertindak dan merasakan sesuatu dalam kehidupan.


 Ciri-Ciri Gangguan Kesehatan Mental

Kesehatan mental memiliki berbagai jenisnya untuk secara umum terjadi ialah depresi, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, PTSD, OCD, dan psikosis. Ada jenis gangguan kesehatan mental yang hanya terjadi pada suatu kelompok orang, misalnya postpartum depression yang hanya terjadi pada wanita setelah melahirkan. Dalam Kesehatan mental gejala yang dialami seseorang dapat mempengaruhi Kesehatan fisik. Oleh karena itu orang dengan gangguan mental sering sekali mengeluhkan gejala yang mengganggu kehidupan ataupun pekerjaan.


 Gejala tersebut berupa perubahan suasana hati, kepribadian, kebiasaan, dan penarikan diri dari lingkungan sosial. 

Secara umum, berikut ini ciri-ciri seseorang mengalami gangguan kesehatan mental:

Merasa sedih berkepanjangan, kadang tanpa sebab yang jelas.

Mati rasa atau tak peduli dengan lingkungan sekitar.

Merasa lelah yang signifikan, tidak berenergi, dan mengalami masalah tidur.

Sering marah berlebihan dan sangat sensitif.

Merasa putus asa dan tak berdaya.

Sering merasa bingung, khawatir, atau takut.

Memiliki pengalaman buruk yang tidak bisa dilupakan.

Mengalami delusi, paranoia, atau halusinasi.

Merasa sulit untuk berkonsentrasi.

Merasa takut atau khawatir berlebihan, atau dihantui perasaan bersalah.

Perubahan suasana hati yang drastis.

Cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.

Tidak mampu mengatasi stres atau masalah sehari-hari.

Memiliki pikiran untuk bunuh diri


Apa Penyebab Gangguan Kesehatan Mental?

Sebenarnya, hampir setiap gangguan kesehatan mental tidak bisa diketahui penyebabnya secara pasti. Berbeda dengan penyakit fisik, gangguan kesehatan mental bisa terjadi karena berbagai faktor atau kombinasinya. Namun, secara umum, berikut ini hal yang bisa jadi faktor pemicu gangguan kesehatan mental:

Stres berat atau berkepanjangan.

Mengalami peristiwa traumatis, seperti pertempuran militer, kecelakaan serius, atau kejahatan yang pernah dialami di masa lalu.

Kekerasan dalam rumah tangga.

Kekerasan atau pelecehan ketika masih kecil.

Faktor genetik atau keturunan.

Kelainan pada struktur kimia otak.

Pernah mengalami cedera kepala berat.

Merasa terisolasi secara sosial atau kesepian.

Menjadi pengangguran atau kehilangan pekerjaan.

Mengalami kerugian sosial, kemiskinan atau terlilit hutang.

Mengalami diskriminasi dan stigma negatif.

Kematian orang terdekat.

Menjadi tunawisma atau lingkungan perumahan yang buruk.

Sedang merawat anggota keluarga atau teman.


Pencegahan Gangguan Mental


Tidak semua gangguan mental dapat dicegah. Namun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko serangan gangguan mental, yaitu:

Tetap berpartisipasi aktif dalam pergaulan dan aktivitas yang disenangi.

Berbagilah dengan teman dan keluarga saat menghadapi masalah.

Lakukan olahraga rutin, makan teratur, dan kelola stres dengan baik.

Tidur dan bangun tidur teratur pada waktu yang sama setiap harinya.

Coba latihan untuk menenangkan pikiran dan relaksasi, misalnya dengan meditasi dan yoga

Jangan merokok dan menggunakan NAPZA.

Batasi konsumsi minuman beralkohol dan minuman berkafein.

Konsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter, sesuai dosis dan aturan pakai.

Segera ke dokter atau psikolog untuk menjalani skrining awal kesehatan mental, atau bila muncul gejala gangguan mental.


Artikel Oleh :

Indra Saepul Rizky, Pegawai Staff UPTD SDN Ratujaya 1. Kecintaannya pada dunia Psikologi mengantarkannya lulus dari program pendidikan psikologi Universitas Negeri Jakarta. Artikel ini adalah artikel pertamanya yang dipublikasikan di web sekolah SDN Ratujaya 1. 

Share ya...

Silakan berkomentar dengan bijak. Komentar Anda tidak segera muncul karena diatur moderasi komentar. Komentar Anda akan muncul setelah kami menyetujuinya. Komentar dengan mencantumkan link aktif, unsur sara, ataupun yang melanggar TOS kami tidak akan dipublikasikan. Terima kasih
EmoticonEmoticon