Tuesday, 7 April 2020

Laporan Pembelajaran Lamaso di Kelas 4 SDN Ratujaya 1Tahun 2019/2020

oleh Guru Kelas 4 SDN Ratujaya 1

Artikel ini adalah kiriman dari salah satu Guru Kelas 4 SDN Ratujaya 1 mengenai pembelajaran selama masa pandemi Corona Virus (COVID-19) dengan menggunakan LAMASO (Latihan Mandiri Siswa Online) karya SDN Ratujaya 1.
Laporan pembelajaran lamaso di kelas 4

1. Latar belakang

Latar belakang virus Corona atau COVID-19, kasusnya dimulai dengan pneumonia atau radang paru-paru misterius pada Desember 2019. Kasus ini diduga berkaitan dengan pasar hewan Huanan di Wuhan yang menjual berbagai jenis daging binatang, termasuk yang tidak biasa dikonsumsi, misal ular, kelelawar, dan berbagai jenis tikus. Kasus infeksi pneumonia misterius ini memang banyak ditemukan di pasar hewan tersebut. Virus Corona atau COVID-19 diduga dibawa kelelawar dan hewan lain yang dimakan manusia hingga terjadi penularan.

Coronavirus sebetulnya tidak asing dalam dunia kesehatan hewan, tapi hanya beberapa jenis yang mampu menginfeksi manusia hingga menjadi penyakit radang paru.Sebelum COVID-19 mewabah, dunia sempat heboh dengan SARS dan MERS, yang juga berkaitan dengan virus Corona. Dengan latar belakang tersebut, virus Corona bukan kali ini saja membuat warga dunia panik. Memiliki gejala yang sama-sama mirip flu, virus Corona berkembang cepat hingga mengakibatkan infeksi lebih parah dan gagal organ.

Untuk mencegah penyebaran virus covid-19, beberapa daerah menghentikan sementara proses pembelajaran di sekolah. Seperti di Kota Depok, Jawa Barat, semua siswa diwajibkan belajar di rumah mulai 16- 21 April 2020. Orangtua siswa yang tergabung dalam grup kelas kami libatkan dalam program ini. Agar mereka juga patuh untuk tidak keluar rumah kalau tidak penting sekali selama wabah penyebaran virus corona. Berikut cara melibatkan orangtua dalam proses belajar di rumah terkait penanganan virus corona:



Materi belajar lewat HP orangtua Meski tak dapat bertatap muka, para guru sudah menyiapkan materi pembelajaran dan tugas untuk siswa. Setiap pagi tugas diberikan melalui HP atau telepon seluler milik orang tua. Hal ini dimaksudkan agar apa yang dikerjakan siswa diketahui dan dalam pantauan orang tua.

Tugas diberikan dari kelas 1 sampai dengan kelas VI, guru-guru menyiapkan kelas daring yang memanfaatkan Aplikasi Latihan Mandiri Siswa Online (LAMASO). Kebetulan Sekolah Kami SD Negeri Ratujaya 1 mempunyai aplikasi tersebut. Melalui LAMASO, guru kelas 1 sampai dengan kelas 6 membuat materi pembelajaran tematik dan penugasan yang bisa langsung dikerjakan siswa dan orangtua. Mereka juga bisa mengetahui hasil belajar siswa setelah mengerjakan tugas di LAMASO karena hasilnya sudah bisa langsung Guru dan orangtua laporkan hasil belajar Pemberian tugas daring ternyata meningkatkan antusias siswa dalam mengerjakan tugas.

Begitu kelas daring dibuka, menurut para orangtua anak-anak segera mengerjakan dan mengirimkan jawaban dari tugas yang dia kerjakan. Setiap harinya guru kelas dan grup orangtua bersepakat untuk melaporkan perkembangan hasil belajar siswa di rumah. Hal ini untuk memastikan siswa tetap belajar di rumah. Yang menarik, adanya kegiatan belajar di rumah ini membuat orangtua siswa yang sebelumnya enggan terlibat dalam grup kelas, kini menjadi antusias. Ke depan, diharapkan kerja sama orangtua dan sekolah dalam pengelolaan pembelajaran menjadi semakin tinggi.

2. Tujuan

Tujuan belajar Online di rumah, yaitu :
  1. Melatih kepercayaan diri anak
    Belajar online secara tidak langsung bisa meningkatkan kepercayaan diri anak sebab tak sedikit anak yang merasa takut dan malu untuk menyampaikan pendapat di kelas. Salah satunya karena banyak murid yang memperhatikan mereka berbicara. Namun, dengan kelas online, sikap gugup bisa perlahan hilang karena dilatih dengan diskusi tanpa tatap muka.

  2. Belajar menjadi lebih efisien
    Saat belajar di sekolah, efisiensi dari segi apa pun bisa didapat. Pertama dari segi pakaian, anak-anak tentu tidak membutuhkan seragam. Transportasi juga tidak diperlukan karena cukup belajar dari rumah tanpa pergi ke sekolah. Pengeluaran berupa uang jajan dan biaya tak terduga seperti membeli buku dan alat tulis juga tidak dialami karena semua dikerjakan online.

  3. Pelajaran lebih mudah ditangkap
    Berbeda dengan kelas biasa, di mana guru hanya akan menerangkan sesuatu dalam satu waktu, belajar di kelas online memudahkan pendidik untuk menyimpan apa yang telah disampaikan. Hal ini tentu memudahkan murid untuk mengulang dan memutar sebanyak apa pun yang mereka mau sehingga saat anak tidak mengerti, ia bisa mendengarkan penjelasan guru terus menerus sampai paham.

  4. Fleksibel
    Manfaat ajaib yang pertama yaitu fleksibel, maksudnya di sini kamu bisa belajar secara online tanpa adanya kekangan waktu. Pasalnya, belajar online memang tidak memberikan batasan khusus kapan kamu diharuskan untuk belajar. Dengan begitu, kamu akan sangat tertolong sekali dengan adanya belajar online ini. Kamu yang banyak kegiatan, mulai dari mengikuti ekstrakulikuler, lomba, seminar dan juga karya ilmiah akan membuat waktu belajarmu berkurang. Oleh karena itu, kamu tidak diwajibkan untuk mengikuti bimbingan belajar secara langsung karena akan membuatmu semakin lelah harus pergi ke tempat tersebut.

  5. Bersifat terbuka
    Manfaat yang kedua yaitu belajar online ini bersifat terbuka. Hal ini maksutnya kamu bisa belajar kapan saja dan bebas bisa belajar dengan siapa saja. Kalau kamu mengikuti bimbingan belajar secara langsung, kamu pasti harus membayar hanya untuk satu orang saja. Tapi, kalau mengikuti bimbingan belajar secara online, kamu bisa belajar dengan siapa saja. Meskipun kamu belajar secara berkelompok, tidak aka nada yang melarang atau memarahimu.

  6. Hemat biaya
    Manfaat berikutnya yaitu belajar online ini lebih menghemat biaya. Dengan belajar online, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya berjuta-juta hanya untuk mendatangi tempat bimbingan belajar. Kamu hanya butuh biaya yang ala kadarnya untuk mendapatkan materi dan juga mentor yang berpendidikan dari sang bimbingan belajar online. Kamu juga tidak perlu pergi ke tempat bimbingan belajar yang mana akan mengeluarkan uang transport, biaya untuk makan dan uang jajan.

  7. Mudah menyimpan materi pembelajaran
    Selain itu, belajar online juga memudahkan kamu untuk menyimpan materi pembelajaran yang diberikan oleh website tersebut. Yang kamu butuhkan hanya mendownload beberapa materi, entah itu dalam bentuk video, word, pdf dan lainnya lalu kamu tinggal menyimpannya secara aman di laptop atau komputer kamu.

  8. Menjangkau lebih luas
    Manfaat yang lainnya yaitu kamu bisa mendapatkan teman baru melalui belajar online ini. Di dalam sistem belajar online, ada sesi dimana para siswa bertemu melalui chating yang menghubungkan Antara siswa dengan sang mentor. Disesi inilah, kamu bisa berkenalan dengan teman baru meskipun melalui online. Teman-teman baru tersebut datangnya pasti bukan hanya dari tempat tinggalmu saja, tapi dari luar kota bahkan nggak jarang juga dari luar negeri. Kamu bisa sharing tentang hal-hal yang susah, berdiskusi dengan mentor dan mendapatkan kenalan baru. Selain lewat chating, sang bimbingan online ini juga menyediakan forum khusus untuk berdiskusi.

3. Pelaksanaan Pembelajaran Daring (online)

  1. Diawali Pemberian tugas
    1. Menjelaskan situasi
      Jelaskan situasi yang terjadi saat ini pada anak mengenai social distancing dan aktivitas di rumah. Berikan pemahaman bahwa anak tetap harus belajar di rumah.Jelaskan bahwa belajar di rumah merupakan salah satu bentuk pencegahan penularan virus corona. Tempat ramai seperti sekolah dan juga ruang publik lainnya dapat meningkatkan potensi penularan virus.

    2. Konsultasi dengan guru
      Orang tua selalu aktif berkonsultasi dengan guru di sekolah. Tanyakan pada guru mengenai materi yang harus dipelajari anak, metode pembelajaran, serta tugas yang harus dikerjakan.Beri tahu pula perkembangan anak selama belajar di rumah agar guru dapat mengantisipasi langkah pembelajaran selanjutnya.

    3. Buat jadwal teratur
      Libur sekolah bukan berarti bisa berleba-leha. Jelaskan pada anak situasi yang terjadi bahwa sekolah tetap berlangsung dan hanya dipindahkan ke rumah. Oleh karena itu, buat lah jadwal yang teratur seperti kegiatan di sekolah.Jadwal ini bisa mengikuti jadwal belajar anak di sekolah atau membuat jadwal belajar baru yang lebih fleksibel. Misalnya, seperti bangun pagi yang teratur, mandi, sarapan, belajar, istirahat dan bermain, dan belajar hingga waktu yang ditentukan, aktivitas bebas, mandi, dan tidur.Beri tahu anak untuk disiplin mengikuti jadwal tersebut. Jelaskan pula orang tua akan terus memantau kegiatan belajar anak.

    4. Belajar dan bekerja bersama
      Aktivitas orang tua yang harus bekerja dari rumah bisa digabungkan dengan belajar bersama anak. Anak akan merasa lebih adil dan terpacu untuk belajar ketika orang tua juga ikut bekerja bersama. Jangan sampai anak diminta untuk belajar tapi orang tua justru bergosip atau menonton drama.

    5. Bantu anak belajar
      Bantu pula anak untuk memahami materi yang dipelajari. Jelaskan dengan baik kepada anak tentang apa yang orang tua pahami. Jika tidak mengerti materi pembelajaran, jangan sungkan untuk bertanya pada guru atau mencari sumber yang tepat untuk menjelaskan materi pada anak.

    6. Manfaatkan media pembelajaran daring (online)
      Orang tua juga bisa menerapkan media pembelajaran secara daring yang sudah disediakan.Manfaatkan metode pembelajaran ini sebaik mungkin untuk mendapatkan video dan gambar sesuai dengan materi yang dibutuhkan anak.

    7. Suasana yang nyaman
      Buat suasana yang nyaman untuk bekerja dan belajar di rumah. Beraktivitas di rumah berarti memiliki kebebasan dan keleluasaan untuk bereksplorasi. Orang tua bisa mengajak anak belajar di ruang keluarga atau pekarangan rumah untuk mendapatkan udara yang terbuka.Menggunakan benda tambahan seperti bantal dan menyiapkan makanan ringan juga bisa dilakukan agar anak betah belajar.

    8. Selingi dengan aktivitas yang menyenangkan
      Agar tidak membosankan, selalu siapkan aktivitas yang menyenangkan bersama anak. Aktivitas ini dapat pula menjadi hadiah atau imbalan ketika anak menyelesaikan sebuah tugas atau materi.Aktivitas yang menyenangkan misalnya bermain video game dan menonton film. Jangan lupa untuk mengajak anak beraktivitas fisik dan berolahraga selama berkegiatan di rumah.


  2. Bentuk tugas /soal
    Variasi tugas siswa Baca juga: Belajar di Rumah, Ini Panduan untuk Guru, Orangtua, Siswa dan Kepala Sekolah Penugasan yang dibuat guru juga harus disesuaikan dengan kompetensi dasar yang ada di dalam kurikulum. Bentuk tugasnya juga bervariasi sesuai tujuan pembelajaran yang dibuat guru. Bisa saja kegiatan penugasannya siswa membantu pekerjaan di rumah seperti menyapu, mengepel, atau membantu memasak di rumah. Yang penting relevan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

    Portofolio berupa Poster dan aktifitas tentang Covid 19 dan pencegahannya, siswa di grup WA Tugas yang sudah dikerjakan siswa, difoto dan dikirimkan kembali melalui WA group orangtua sehingga hasilnya bisa diketahui bersama. Cara ini membuat ada komunikasi antara anak, orangtua, dan guru dalam belajar di rumah. Hasil tugas tertulis juga wajib dikumpulkan siswa menjadi portofolio. Siswa menyimpan hasil karya dari tugas yang dikerjakan dalam file holder portofolio. Setiap hasil karya diberi identitas lengkap mulai dari hari, tanggal, mata pelajaran, jam pelaksanaannya.

  3. Antusiasme anak
    Belajar daring atau online menurut mereka sangat menyenangkan karena tidak terikat oleh waktu dan tempat serta bisa disegala suasana. Tugas yang diberikan mereka kerjakan dengan semangat, sehingga dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Pembelajaran daring tidak monoton atau membosankan.

  4. Pesan dan kesan orang tua.
    Orang tua berharap dengan adanya daring atau online para siswa tetap semangat dalam belajar, dan justru lebih meningkat prestasinya. Daring sangat bermanfaat juga bagi para siswa untuk melatih kreativitas dan mengasah kecerdasan anak dalam bidang IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) agar anak tidak GAPTEK (Gagal Teknologi). Ada hikmah dari musibah nasional ini yaitu orang tua lebih perhatian kepada anak-anak dalam belajar, serta orang tua ikut merasakan yang dialami seorang guru dalam mengajarkan pelajaran dengan penuh rasa kesabaran.


4. Simpulan adanya tugas di kelas

  1. Dengan diberikannya pekerjaan rumah, siswa memiliki suatu tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut, sehingga siswa akan lebih banyak menghabiskann waktu dirumah dari pada di luar rumah. Mengerjakan pekerjaan rumah sama saja dengan mempelajari kembali materi yang berkaitan dengan pekerjaan rumah tersebut, dan belajar berarti mengulang kembali materi yang telah di bahas dan tingkat pemahaman pun dapat meningkat.
  2. Pekerjaan rumah juga mengajarkan siswa untuk belajar disiplin dan mengatur waktu dengan baik. Hal ini sangat berguna dalam perkembangan kepribadian siswa, karena dengan mengerjakan pekerjaan rumah dapat memberikan pembelajaran kedisiplinan dan mengatur waktu dengan baik, berarti siswa telah mempelajari mengenai komponen penting dalam berkehidupan. Sehingga bisa menjadi bekal yang nantinya akan digunakan dalam menjalani kehidupan.
  3. Pekerjaan rumah membawa cukup banyak dampak positif bagi siswa. Selain mengenai materi pembelajaran, siswa juga mendapat pembelajaran mengenai nilai-nilai sosial yang esensial dari mengerjakan pekerjaan rumah
Share ya...

Silakan berkomentar dengan bijak. Komentar Anda tidak segera muncul karena diatur moderasi komentar. Komentar Anda akan muncul setelah kami menyetujuinya. Komentar dengan mencantumkan link aktif, unsur sara, ataupun yang melanggar TOS kami tidak akan dipublikasikan. Terima kasih
EmoticonEmoticon