Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PENCATATAN REKOR MURI PELAJAR MENULIS TENTANG GURU KOTA DEPOK TAHUN 2019

Dalam rangka menyambut hari jadi Kota Depok ke-20, Forum Literasi Kota Depok bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Depok akan menyelenggarakan Pencatatan erkor Muri Pelajar tentang Guru. Acara ini diikuti oleh seluruh pelajar se-Kota Depok mulai dari jenjang sekolah dasar hingga jenjang sekolah menengah atas. Baik sekolah negeri maupun swasta.

pencatatan rekor muri pelajar menulis tentang guru


Melalui surat pemberitahuan yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah, baik negeri maupun swasta, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas, ini ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Ketua Forum Literasi Kota Depok.



Berikut ini adalah isi dari surat pemberitahuan pencatatan rekor muri:


Kami dari pengurus Forum Literasi Kota Depok bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Depok menyampaikan usulan untuk dicatat sebagai Rekor-Dunia Indonesia. Adapun perincian kegiatan sebagai berikut.
  1. Acara/Kegiatan

    PENCATATAN REKOR MURI PELAJAR MENULIS TENTANG GURU

  2. Uraian Singkat Kegiatan

    Seiring dengan perkembangan iptek, seni dan budaya di abad XXI, menuntut masyarakat untuk mengembangkan karakter, literasi dan kompetensi diri. Karakter unggul menjadi landasan bagi peningkatan kesejahteraan manusia yang bermartabat. Literasi menjadi pendukung dalam menguatkan karakter masyarakat

    Pelajar sebagai generasi muda memiliki kompetensi diri yang beragam. Pengelolaan kompetensi diri yang baik akan berdampak panjang bagi masa depan yang lebih baik. Pelajar diharapkan tidak hanya mampu membaca dan menulis, namun dapat pula memaknai setiap bacaan dan di-implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penguasaan terhadap berbagai macam literasi diperlukan sesuai dengan karakteristik masing-masing. Ada 6 macam literasi dasar yang dapat dikembangkan, yakni 1) literasi baca tulis; 2) literasi berhitung/numerasi; 3) literasi sains; 4) literasi digital; 5) literasi keuangan/finansial; dan 6) literasi budaya dan kewargaan. Literasi lanjut mengembangkan beberapa macam literasi dasar.

    Pelajar diharapkan mampu memaknai setiap bacaan tidak sekedar mengeja kata- kata. Aktivitas dengan menuliskan apa yang dirasakan, apa yang diamati, apa yang dipikirkan, dan apa yang dilakukan dalam suatu tulisan dapat melatih diri dalam memaknai kehidupan lewat tulisan. Makna yang ditemukan menjadi pembelajaran yang dapat diteladani dan dikembangkan sesuai kemampuan masing-masing. Oleh karenanya pelajar perlu berlatih secara rutin untuk menuliskan segala hal menyangkut olah rasa, olah karsa, olah pikir, dan olah raga.

    Tulisan pelajar tentang keteladanan guru yang dapat menginspirasi pelajar, baik yang dididiknya ataupun pelajar lain secara tidak langsung. Keteladan ini dapat disebarluaskan agar dapat lebih banyak yang mengembangkan, sehingga secara bersama-sama dapat meningkatkan karakter unggul bangsa. Penguatan karakter unggul dilakukan secara berkelanjutan, oleh karenanya kegiatan “Pencatatan Rekor MURI Pelajar Menulis Tentang Guru” melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

    Kegiatan sebagai ucapan terima kasih pelajar kepada guru pada Hari Pendidikan

    Nasional tahun 2019 dan dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Depok yang ke-20

    ini. Kegiatan ini merupakan sumbangsih dalam membangun generasi yang literat serta untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Depok dan nasional pada umumnya.

  3. Peserta
    Peserta kegiatan adalah pelajar dari SD/MI dan yang sederajat, SMP/MTs dan yang sederajat, SMA/MA/SMK dan yang sederajat, serta Kejar Paket A, B, C baik pelajar dari sekolah-sekolah negeri ataupun swasta di Kota Depok.

    Target peserta sebanyak 75.020 pelajar, dengan perincian jumlah peserta minimal setiap sekolah seperti pada tabel berikut.

    Sekolah Jumlah Peserta Minimal Setiap Sekolah
    SD negeri 100
    SD swasta 50
    SMP Negeri325
    SMP swasta 95
    MI negeri/swasta 25
    MTs negeri/swasta 50
    SMA/MA/SMK negeri/swasta 100

  4. Pelaksanaan Kegiatan
    1. Prosedur
      • Pelajar membuat tulisan sesuai dengan peraturan penulisan.
      • Tulisan dianjurkan menggunakan tulisan tangan sendiri.
      • Guru di sekolah dapat memberikan pembimbingan teknis selama penulisan, dengan tetap menjaga netralitas tentang isi tulisan.
      • Pelajar menuliskan isinya sesuai dengan kemampuan masing-masing.
      • Hasil karya tulisan pelajar selanjutnya dikirimkan ke panitia.
      • Panitia melakukan pengumpulan hasil karya tulisan pelajar sesuai dengan kelompoknya.
    2. Isi Tulisan
      • Berupa ungkapan pengalaman yang berkesan selama pembelajaran bersama guru.
      • Guru yang dimaksud dalam tulisan adalah guru yang mengajar/membimbing pada saat ini ataupun yang pernah mengajar/membimbing pada waktu lalu, baik guru kelas, guru mata pelajaran, guru konseling, guru pembina ekstra kurikuler dan sebagainya.
      • Tulisan berupa keteladanan dari guru seperti tutur kata, perilaku, pola pikir, cara berbusana, berkreasi, semangat bekerja/belajar, prestasi, dan juga hobi guru.
      • Tulisan ini sebagai ungkapan cinta dan terima kasih pelajar kepada guru yang telah membimbingnya, dan akan dikembangkan oleh pelajar yang bersangkutan.
      • Isi tulisan menjunjung tinggi norma sopan santun dan tidak menyinggung suku, adat, ras, dan agama (SARA).
    3. Teknik Penulisan
      • Tulisan ditulis menggunakan tangan sendiri.
      • Kertas yang digunakan untuk menulis adalah selembar kertas HVS 70 atau 80 gram polos ukuran F 4 (legal).
      • Menggunakan tinta atau ballpoint warna hitam.
      • Margin (batas tepi kertas) dari kiri 3,5 cm, atas 2,5 cm, kanan 2,5 cm dan bawah 2,5 cm
      • Menuliskan identitas berupa nama pelajar secara lengkap, asal sekolah di pojok kanan atas.
      • Panjang tulisan sesuai kelompoknya, yakni untuk pelajar SD/MI, Kejar Paket A dan yang sederajat antara 100-150 kata, pelajar SMP/MTs, SMA/MA/SMK, Kejar Paket B, C dan yang sederajat antara 200-400 kata.
      • Jika ada hiasan kecil diletakkan pada pinggiran kertas, dengan ketentuan hiasan tidak mengganggu isi tulisan.
    4. Pengiriman Naskah Tulisan Pelajar
      • Sekolah mengumpulkan naskah hasil tulisan pelajar di sekolahnya, kemudian dimasukkan dalam odner jepit/map plastik. Naskah hasil tulisan pelajar tetap utuh, tidak dilubangi.
      • Sampul odner jepit/map plastik diberikan identitas, meliputi:
      • Nama Sekolah :
        Nama Kepala Sekolah :
        Jumlah Peserta setiap Kelas :
        Alamat Sekolah :
        Nama dan nomor contact person :
      • Naskah dalam odner jepit/map plastik diserahkan ke panitia melalui koordinator masing-masing. Susunan panitia terlampir.
    5. Ketentuan Lain-lain
      • Setiap sekolah akan dipisahkan beberapa karya terbaik pelajar, untuk SD/MI, Kejar Paket A dan yang sederajat masing-masing maksimal 10 karya sedangkan pelajar SMP/MTs, SMA/MA/SMK, Kejar Paket B, C dan yang sederajat masing-masing maksimal 25 karya.
      • Karya ini selanjutnya dapat dibukukan sesuai dengan sekolah yang menginginkan untuk dibukukan, serta jumlah minimal yang dapat dicetak.
      • Pencetakan dalam bentuk buku diperlukan biaya sebesar Rp 198.000,00. (seratus sembilan puluh delapan ribu rupiah). 

  5. Harapan yang Ingin Dicapai
    1. Penulisan yang dilakukan bersama-sama dan melibatkan beberapa jenjang sekolah, memberikan perhatian khusus perlunya pelajar mengembangkan kemampuan literasi, dan rasa hormat kepada guru yang telah berjasa kepadanya.
    2. Aktivitas dengan menuliskan apa yang dirasakan, apa yang diamati, apa yang dipikirkan, dan apa yang dilakukan dalam suatu tulisan dapat melatih diri dalam memaknai kehidupan lewat tulisan.
    3. Pelajar diharapkan tidak hanya mampu membaca dan menulis, namun dapat pula memaknai setiap bacaan dan di-implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
    4. Pelajar diharapkan mampu memaknai setiap bacaan tidak sekedar mengeja kata- kata. Literasi menjadi pendukung dalam menguatkan karakter dalam masyarakat.
    5. Keteladanan dari guru di sekolah yang menjadi sumber inspirasi bagi pelajar, cenderung akan ditiru dalam kehidupan sehari-hari. Guru akan mengembangkan kemampuan dan karakter unggul yang dapat diteladani lebih banyak pelajar.
    6. Guru juga akan berkreasi agar dapat menginspirasi pelajar untuk mengembangkan diri dalam menghadapi tantangan abad XXI.
    7. Bagi stake holder pendidikan, kegiatan penulisan ini diharapkan dapat menggalang kebersamaan dalam meningkatkan pendidikan yang bermutu dan berkarakter.
    8. Penulisan rekor MURI ini diharapkan akan berkelanjutan dalam kehidupan sehari- hari, untuk berlatih secara rutin menuliskan segala hal menyangkut olah rasa, olah karsa, olah pikir, dan olah raga.
    9. Baik dari pelajar yang menuliskan ataupun guru yang dituliskan dalam karya ini sama-sama akan mengembangkan karakter unggul dan kompetensi diri masing- masing.


  6. Waktu
    Waktu pelaksanaan “Pencatatan Rekor MURI Pelajar Menulis Tentang Guru”  pada tanggal 2 Mei 2019 tepat pada saat Hari Pendidikan Nasional.
    Pengumpulan naskah karya pelajar dimulai sejak 26 Maret hingga 14 April 2019 melalui koordinator masing-masing.

  7. Tempat
    Lokasi pelaksanaan Pencatatan Rekor MURI ini di lapangan Balaikota kompleks Balaikota Depok, Jl. Margonda Raya No. 54, Kota Depok Provinsi Jawa Barat. Denah Tempat Kegiatan https://goo.gl/maps/BDF8mKbCSd42


Berikut ini adalah contoh tulisan
contoh tulisan pelajar menulis tentang guru

Jenis kertas: Kertas HVS
Ukuran Kertas: F4 atau legal
Ditulis dengan: Tulis tangan


Syahandrian Eda
Syahandrian Eda Seorang pelajar yang tak berhenti untuk belajar

Post a Comment for "PENCATATAN REKOR MURI PELAJAR MENULIS TENTANG GURU KOTA DEPOK TAHUN 2019"